Sarimbit Muslim Dengan Beragam Jenis

Sarimbit Muslim Dengan Beragam Jenis – Kata sarimbit bukan hal yang asing di dunia fashion. Secara sederhana, baju sarimbit adalah baju keluarga dengan motif sama. Intinya, baju-baju tersebut sama untuk digunakan oleh keluarga atau pasangan. Busana Muslim Sarimbit Keluarga Nibras terdiri dari beberapa jenis atau macam disesuaikan dengan bahan, motif, dan desainnya. Kalian Bisa Mendapatkannya di http://auramuslimdistro.com

Mengapa baju sarimbit sangat populer? Baju ini cocok untuk dikenakan ketika acara-acara tertentu atau khusus, misal pernikahan atau resepsi. Keluarga atau pasangan yang mengenakannya akan tampak rapi dan menawan. Selain itu, baju ini juga biasa dikenakan pada acara keluarga yang tidak terbatas pada keluarga inti. Kepopuleran Busana Muslim Sarimbit Keluarga terjadi karena kesesuaian dengan nuansa islami serta sesuai dengan ajaran islam.

Beberapa jenis Busana Muslim Sarimbit Keluarga

  1. Standar atau biasa

Baju sarimbit dan kaos berbeda karena penggunaannya cenderung ke acara formal. Baju sarimbit standar hanya terdiri dari dua atau tiga pakaian untuk ayah, ibu, dan anak. Tipe biasa mengacu pada corak dan bahan yang sama. Tidak ada penambahan bahan atau aksen lain. Tipe ini merupakan awal dari ketenaran baju sarimbit. Tipe umum dari baju sarimbit adalah batik. Perlu diketahui, baju batik memiliki banyak motif dan corak sehingga sarimbit biasa memiliki berbagai macam jenis. Jika Anda ingin membeli baju tipe ini, pastikan sesuai dengan corak yang diinginkan. Diskusikan dengan pasangan atau keluarga untuk menghindari kesalahpahaman.

  1. Non batik

Busana Muslim Sarimbit Keluarga tidak lagi wajib menggunakan batik sebagai bahan dasarnya. Baju tipe non batik lebih umum dibandingkan batik untuk busana muslim. Warna yang digunakan juga cenderung lebih netral dan tidak terlalu mencolok. Beberapa pilihan warna yang direkomendasikan adalah putih, biru muda, hijau terang, dan ungu. Busana muslim memiliki dua prinsip dasar yang harus dipatuhi yaitu fungsional dan estetika. Pakaian dikenakan untuk menutup aurat sehingga harus sesuai syariat. Kedua, pakaian muslim tidak harus monoton dalam hal desain, corak, dan bahan. Oleh karena itu, baju sarimbit dikembangkan menjadi lebih modern dan sesuai perkembangan jaman, tanpa menghilangkan fungsinya.